BORNEONEWS, Kasongan- Camat Katingan Kuala Suryanto membenarkan adanya merk dagang daerah lain pada beras asli Kabupaten Katingan, khususnya beras lokal asal Pagatan.
Informasi itu lalu disampaikan Suryanto kepada Penjabat (Pj) Bupati Katingan Baru I Sangkai saat acara cofee morning di pendopo rumah jabatan bupati, Jumat (10/8/2018).
"Untuk wilayah Kecamatan Katingan Kuala kami laporkan bahwa daerah kita ini adalah penghasil padi terbesar di Kabupaten Katingan," kata Suryanto.
Namun demikian, pengusaha daerah lain memanipulasi beras asal Katingan Kuala dengan memasang label beras luar daerah.
"Iya ada pengusaha dua kabupaten yang membeli beras di wilayah kita. Tapi oleh mereka beras lokal Pagatan asli Katingan diberi merk beras asal pengusaha itu, yaitu Pulang Pisau dan Pangkalan Bun," lanjut Suryanto.
--page
Saat ini, kata dia, petani di Kecamatan Katingan Kuala, khususnya Desa Katingan Satu dan Katingan Dua (eks transmigrasi), sedang panen raya.
Mereka juga bisa dikatakan sudah modern dengan menerapkan alat mesin pertanian, baik untuk mengolah lahan, menanam, maupun memanen.
Bahkan, sebut Suryanto, ada beberapa petani yang sudah mampu membeli mesin pemanen padi yang harganya mencapai ratusan juta.
"Iya ada sekitar lima unit mesin pemanen padi itu yang harganya ratusan juta, dan itu milik warga," katanya. (ABDUL GOFUR/B-3)








