BORNEONEWS, Sukamara - Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Sukamara selama Agustus 2018 ini telah menangani 10 kasus kebakaran lahan dan hutan, di mana lokasi kejadiannya lebih banyak terjadi di perkantoran.
"Agustus ini sepertinya sudah 10 titik api yang dipadamkan," ucap Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (SatpolPP dan Damkar) Sukamara, Iwan Miraza, Sabtu (11/8/2018).
Menurut Iwan, diawal bulan kasus kebakaran sudah banyak terjadi, sehingga perlu adanya upaya agar penangan kebakaran hutan dan lahan bisa ditangai dengan optimal.
"Kadang dalam satu hari bisa ada 3 titik api, dan kadang juga tidak ada kebakaran," ujarnya.
Iwan menambahkan, kebaran yang baru saja terjadi, yakni pada tanggal 8 Agustus 2018, dimana lokasinya agak jauh dari perkantoran, namun upaya pemadaman cukup menyulitkan petygas Damkar mengingat lahan yang terbakar adalah gambut.
"Kemarin kebakaran, lokasinya tidak jauh dari belakang Jalan pemda. 1 lokasi kebun sawit yang sebagian lahannya gambut, sehinggagak kerja lebih ekstra damkar memadamkannya. Api bisa dipadamankan setelah magrib," ungkap Iwan Miraza. (NORHASANAH/B-5)








