BORNEONEWS, Muara Teweh - Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Barito Utara, H Tajeri menyoroti pihak manajemen RSUD Muara Teweh yang diduga menjadikan pelayanan sebagai ajang bisnis untuk memperoleh pendapatan asli daerah (PAD) yang besar.
“RSUD Muara Teweh mendapat anggaran bersumber dari pemerintah, lain halnya rumah sakit itu milik swasta yang semua biayanya ditanggung oleh mereka sendiri (dananya bukan dari pemerintah),” kata H Tajeri, Minggu (12/8/2018).
Hal ini, katanya diakui oleh Direktur RSUD Muara Teweh dalam rapat pembahasan berkaitan dengan LKPj Bupati tahun anggaran 2017.
“Harapan kita janganlah rumah sakit dijadikan ajang bisnis, sebab masih banyak sumber PAD lain yang dapat digali untuk meningkatkan PAD daerah, misalnya dengan menertibkan Perda IMB dan retribusi pajak penginapan dan lainnya.,” ucapnya.
Menurutnya, dengan melakukan bisnis, artinya orientasinya tempat pelayanan umum ini akan mengarah ke uang.
--page
Bukti RSUD Muara Teweh melakukan tarif bisnis di antaranya dari biaya MCU atau pemeriksaan kesehatan lengkap dengan besaran Rp1.208.000 plus periksa kejiwaan Rp319.000.
Sementara kata dia rumah sakit di Amuntai MCU Rp600.000 sudah lengkap, RSU Jahri Saleh Rp450.000, RSU Palangka Raya Rp500.000.
“Nah ada apa dengan RSUD Muara Teweh,” ujar seraya membeberkan untuk vaksin anak-anak dengan dokter Anak saja Rp900.000, sementara di Banjarmasin hanya Rp300.000.
“Dengan tarif seperti ini, tentu akan membenani masyarakat, khususnya bagi yang kurang mampu. Dan mengapa dewan menganggarkan dana untuk RSUD Muara Teweh, supaya jika masyarakat berobat kalau pun ada biaya tetapi tidak mahal,” katanya.
Bahkan pemerintah daerah juga memprogram BPJS Kesehatan untuk menjamin kesehatan masyarakat, khususnya bagi warga tidak mampu di daerah ini. Ini artinya pemerintah memberikan perhatian yang besar terhadap bidang kesehatan, lalu mengapa tarif di RSUD Muara Teweh harus mahal?
“Sebagai wakil rakyat, kita menyampaikan apa yang disuarakan dan diminta oleh masyarakat,” ucapnya.
Tajeri juga menyarankan, agar pihak manajemen RSUD Muara Teweh melihat ke rumah sakit-rumah sakit lain di luar daerah, dan itu dijadikan acuan atau reperensi sehingga RS daerah bisa lebih baik lagi.
“Saya berharap dengan bangunan RSUD yang megah ini, pelayanan agar diperbaiki. Apabila dipandang perlu manajemen RSUD ditata ulang oleh pemangku Pemerintah Daerah dengan harapan RSUD kedepan lebih baik, ini tentunya harapan semua masyarakat Barito Utara,” tuturnya. (RAMADHANI/B-6)








