SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kotawaringin Timur, Dadang H Syamsu mengancam tidak akan memenuhi permintaan anggaran SOPD jika serapan rendah.

Mengingat sampai saat ini ia melihat serapan anggaran hingga semester kedua rendah. Bahkan menurut dia, dengan serapan anggaran rendah ini akan jadi evaluasi bagi mereka di DPRD.

"Kami akan pikir-pikir untuk mengetok anggaran sesuai dengan permintaan jika dalam pelaksanaannya juga tidak mampu dilaksanakan," kata Dadang, Minggu (12/8/2018).

Menurut Dadang, anggaran yang masuk kemudian menjadi sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) itu menjadi anggaran yang tidak produktif.

Karena lanjut dia, banyak sektor lain yang perlu pembiayaan. Bilamana tidak mampu dilaksanakan lagi alangkah baiknya tidak usah diusulkan dan dianggarkan lagi.

--page

Dijelaskan Dadang, realisasi serapan anggaran belanja langsung (BL) dan belanja tidak langsung (BTL) hingga Juni 2018 masih di bawah target, yakni hanya 43% saja. Padahal target pemerintah hingga Juli 2018 ini harusnya 60% realisasi BL dan BTL.

Realisasi BTL pagu dana sekitar Rp842,77 miliar yang terealisasi hingga bulan Juli 2018 yakni Rp467,03 miliar sehingga hanya 55,42%. Sedangkan BL, pagu dana Rp831,03 miliar yang terealisasi hanya Rp308,64 miliar yaitu 33,15%.

Belum terpenuhinya target tersebut akibat banyaknya proyek tahun jamak sehingga penyerapan lambat, karena masih dalam proses lelang. Bahkan baru dibayar setelah selesai pekerjaan. Seperti di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang, hampir Rp100 miliar yang belum terealisasi, karena proyek multiyears. (NACO/B-2)