BORNEONEWS, Nanga Bulik - DPRD Lamandau mengingatkan kepada OPD setempat agar perencanaan APBD ke depan tidak lagi asal dibuat, karena akan berdampak kepada realisasi anggaran seperti saat ini.
"Setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengajukan anggaran berdasarkan perencanaan yang telah dibuat. Jika realisasi anggaran tersebut minim, maka perencanaan pasti akan tidak matang," ujar Wakil Ketua DPRD Lamandau Budi Rahmat di ruang kerjanya, baru-baru ini.
Budi menambahkan, apabila masih ada yang persentasenya di bawah standar sampai saat ini, artinya perencanaan OPD masih asal-asalan. Dengan mengajukan anggaran atas perencanaan, tapi realisasinya ternyata cukup minim.
"Setiap realisasi APBD merupakan representatif dari OPD yang bersangkutan. Jika realisasi APBD suatu OPD rendah, maka kinerja di OPD tersebut bisa diukur, demikian juga sebaliknya," ungkap Politisi PDI Perjuangan ini.
Menurut dia, realisasi anggaran merupakan cerminan dari kinerja OPD. Tentunya rendah atau tinggi realisasi anggarannya jadi penilaian. Bahkan Sekda setempat harus memberikan peringatan kepada OPD yang masih rendah realisasinya, apalagi hingga saat ini sudah memasuki bulan ke delapan.
--page
Dia berharap, apapun persoalannya harus menjadi pelajaran bagi pemerintahan yang baru. Apalagi saat ini dijalankan sebagian dan kebanyakan masih pegawai yang sama. Hal ini juga akan menjadi bahan evaluasi kedepan dalam memilih pejabat di OPD. (HERIYADI/B-2)








