BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dalam hal mendukung prinsip berkelanjutan dan melindungi lingkungan, kelapa sawit sejauh ini sudah menunjukkan bukti tidak merusak lingkungan, bahkan limbahnya dapat diubah menjadi energi baru terbarukan.
Pencapaian itu ditunjukkan oleh PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V melalui penerapan teknologi dan penggunaan limbah sawit sebagai sumber energi listrik terbarukan di ajang pameran teknologi terbesar Indonesia (Ritech expo) di Pekanbaru, Riau, pekan lalu.
Ajang pameran tersebut selain untuk memamerkan keberhasilan perseroan menciptakan energi baru terbarukan, juga untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya energi terbarukan di masa depan.
"Ini kesempatan baik untuk kita mengedukasi masyarakat, terutama generasi muda untuk mengenali dan menggali penggunaan energi terbarukan di masa mendatang," kata Humas PTPN V, Riski Atriansyah, di Pekanbaru, akhir pekan lalu.
Riski menuturkan pada ajang tersebut dijadikan PTPN V untuk berbagi ilmu dalam mengembangkan penggunaan energi terbarukan yang sebelumnya pernah mengantarkan perusahaan negara itu meraih Asean Energy Award di Laos, 2014.
--page
Ia menjelaskan PTPN V sebelumnya telah memiliki pengalaman cukup baik dalam mengembangkan penggunaan limbah sebagai sumber energi terbarukan, salah satunya mendirikan pembangkit listrik biogas di daerah Tandun, Kabupaten Kampar, dengan kapasitas 1,5-2 megawatt.
Pembangkit listrik berkapasitas 1 Megawatt itu memanfaatkan limbah pengolahan sawit untuk mengganti solar yang selama ini menjadi bahan bakar utama.
Pembangunan yang sukses dilakukan pada 2012 silam tersebutlah yang mengantarkan perusahaan itu meraih berbagai penghargaan, termasuk yang utama berupa Asean Energy Awards 2014.
Pada 2017 lalu, PTPN V menyatakan berhasil mencatat peningkatan produksi tandan buah segar (TBS) sawit mencapai 1,18 juta ton. Angka itu lebih tinggi empat persen dari target perusahaan. Peningkatan produksi TBS menjadi potensi untuk menghasilkan energi listrik terbarukan sejenis biogas. (NEDELYA RAMADHANI/m)








