TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Barito Timur menyelenggarakan workshop dan focus group discussion (FGD) tentang Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) 2018-2023, Senin (13/8/2018).

Workshop yang dibuka oleh Sekteraris Daerah, Ir. Eskop didampingi Kepala Bappeda Panahan Moetar, serta dua tenaga ahli dari Universias Palangka Raya (UNPAR) dan Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM) Banjarmasin Kalimantan Selatan.

Dijelaskan Panahan Moetar, pemerintah dusat dan daerah wajib membuat KLHS untuk memastikan bahwa prinsip pembangunan berkelanjutan telah menjadi dasar dan terintegrasi dalam pembangunan suatu wilayah dan/atau kebijakan, rencana, dan/atau program. 

"Kajian KLHS merupakan pendekatan strategi jangka panjang pengelolaan lingkungan menuju pembangunan berkelanjutan," terangnya.

Sementara itu Sekda Bartim, Eskop, dalam sambutannya mengatakan KLHS adalah dokumen yang wajib dilengkapi dan sebagai alat analisis untuk mewujudkan pembangunan yang ramah lingkungan.

--page

"Diharapkan agar penyusunan KLHS benar-benar dilakukan berdasarkan aturan yang berlaku," pintanya.

Lanjutnya penyusunan KLHS harus selesai sebelum pelantikan calon bupati dan wakil bupati terpilih, berdasarkan visi misi yang di canangkan dalam kampanye Pilkada 2018.

"Penyusunan sebelum pelantikan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Bartim, untul mewujudkan Pembangunan yang ramah lingkungan," pungkasnya. (EKO/B-6)