BORNEONEWS, Kasongan - Pegawai Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Katingan terjun ke pelosok desa di wilayah hulu untuk menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD).
Kepala BPKAD Kabupaten Katingan, Roby mengatakan awal 2018 pihaknya terjun ke pelosok desa di bagian hilir Kabupaten Katingan.
Setelah di bagian hilir, kini petugas melakukan sosialisasi bimbingan teknis tata cara pendataan penyampaian formulir SPOP SPPT bagi perangkat kelurahan/desa, RT dan RW di bagian hulu Katingan.
"Saat ini bimbingan teknis tentang tata cara pendataan dan penyampaian formulir SPOP SPPT bagi perangkat kelurahan dan desa serta RT dan RW di bagian hulu itu masih berlangsung," ujar Roby, Senin (13/8/2018).
Menurut Roby sejak ditetapkannya sistem otonomi daerah, pemerintah berhak dan diberi kewenangan untuk mengurus dan menyelenggarakan sendiri pemerintahannya.
--page
Oleh karena itu pemerintah daerah dituntut kreatif dalam mencari sumber-sumber penerimaan untuk menunjang keuangan dalam rangka pelaksanaan program pembangunan daerahnya.
"Termasuk dalam pengelolaan penerimaan asli daerah (PAD) berupa pajak dan retribusi," ujarnya.
Namun begitu, kata dia hasil penerimaan pajak dan retribusi saat ini diakuinua masih belum memadai dan memiliki peranan yang relatif kecil terhadap APBD.
"Ini salah satu penyebabnya karena potensi pajak dan retribusi tersebut belum digarap secara optimal," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-6)








