BORNEONEWS, Buntok – Sebanyak 28 pelajar SMPN 1 Buntok, Kabupaten Barito Selatan mengalami kesurupan massal, Senin (13/8/2018).
Salah seorang Guru SMPN 1, Bertinus menceritakan peristiwa kerasukan atau kesurupan massal terjadi sekitar pukul 08.00 WIB seusai upacara bendera.
Saat bendera dinaikan dan telah sampai atas, namun tiba-tiba tali bendera putus. Meski demikian upacara bendera tetap berjalan lancar.
“Namun pada saat anak-anak masuk ruangan kelas tiba-tiba 28 anak mengalami kerasukan massal berteriak histeris,” kata bertinus kepada borneonews.co.id
Pihak guru berusaha menenangkan siswi-siswi tersebut dan memanggil para orangtua mereka. Beruntung kurang lebih setengah jam para siswi bisa tenang kembali.
“Kebetulan saya memiliki sedikit kemampuan untuk menenangkan anak-anak ini, sehingga mereka kesurupan tidak terlalu lama,” ungkapnya.
Ia membeberkan, untukmenghindari-hal-hal yang tidak diinginkan seluruh murid baik dari kelas X hingga XIII dipulangkan.
Menurutnya penyebab kesurupan tersebut diduga karena gedung sekolah direnovasi, sehingga mengusik mahluk halus penghuni di sekolah tersebut. (URIUTU DJAPER/B-6)








