BORNEONEWS, Palangka Raya - Jumlah sawah di Kalimantan Tengah (Kalteng) yang sudah terkover atau masuk asuransi pertanian masih sedikit di 2018 ini, yaitu 934 hektare (ha). Padahal, program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) di tahun 2018 ini menaregetkan seluas 25 ribu ha sawah.
Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP), Sunarti, terkait jauhnya capaian dibanding sasaran itu mengatakan, capaian itu masih akan terlihat pada musim berikutnya.
“Untuk musim tanam April - September (Asep) 2018 tercapai 934 hektare, dari target 25.000 hektare. Sisanya masuk di musim tanam Oktober-Maret (Okmar),” kata Sunarti, Senin (13/8/2018).
Kondisi ini berbeda dengan 2017 lalu. Saat itu, sebanyak 37 ribu ha lahan sawah sudah diasuransikan di Kalteng, atau masuk program AUTP. Jumlah pesertanya sekitar 25 ribu petani.
Dari jumlah itu diasumsikan satu petani memiliki sawah seluas satu sampai dua hektare. Pada program yang memang dimulai 2017 itu, petani hanya diwajibkan membayar sebesar Rp 36 ribu per hektare per musim tanam.
--page
Gagal panen menjadi salah satu momok menakutkan bagi petani. Sebab, usaha dan kerja keras selama berbulan-bulan untuk menanam padi, harus berakhir gagal.
Dengan asuransi, jika gagal panen terjadi akibat bencana alam seperti banjir, kekeringan, ataupun hama dengan kerusakan minimal 75 persen, maka petani akan mendapat uang ganti rugi Rp 6 juta per hektare.
Peserta asuransi itu diketahui ada yang dilakukan mandiri hingga dari jalur pembinaan, atau pembiayaan iuran yang dibebankan kepada pemerintah daerah setempat. (ROZIQIN/B-11)








