PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya- Limbah kelapa sawit, salah satunya bagian tempurung atau cangkang, tersedia melimpah di Provinsi Kalimantan Tangah.

Kemudian, daerah bergambut atau rawa banyak ditemukan di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai ini. Kondisi air di lahan gambut, tidak bagus secara kualitas atau tidak memenuhi standard air bersih.

Misalnya secara tampilan berwarna cokelat dan memiliki kadar asam tinggi. Kalaupun jernih tetapi kandungan zat besi dan mangan tergolong tinggi. Sehingga diperlukan sistem pengolahan air untuk mengatasi kondisi tersebut.

Lalu apa hubungannya air gambut dengan cangkang sawit?

Limbah perkebunan itu ternyata bisa digunakan untuk meningkatkan mutu air gambut. Namun, untuk detailnya masih dilakukan penelitian.

--page

"Keasaman dan konsentrasi bahan organik dari air gambut ini diperlukan treatment yang selektif untuk keperluan air bersih. Pemanfaatan cangkang sawit ini sebagai karbon aktif untuk perbaikan mutu air gambut," sebut Diharyo, mahasiswa Pascasarjana Program Doktor Ilmu Lingkungan Universitas Palangka Raya (UPR), Kamis (16/8/2018).

Diharyo mengatakan, penelitiannya merancang teknologi instalasi pengolahan sederhana air gambut dengan memanfaatkan cangkang kelapa sawit sebagai arang aktif. Sehingga memenuhi kebutuhan rumah tangga dari air gambut.

"Penelitian ini juga dapat mendorong pemanfaatan limbah padat kelapa sawit menjadi sesuatu yang bermanfaat dari yang tidak ekonomis menjadi lebih ekonomis dan menjaga lingkungan," kata dia. (ROZIQIN/B-3)