PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pondok Pesantren Enterpreneur Dar Al-Raudhah (Darra), Pangkalan Bun, menggelar upacara Hari Kemerdekaan RI ke-73 dengan tema Santri Merah Putih. Seperti apa?

Ratusan santri dibekali atribut khusus yang dikombinasikan dengan pakaian lembaga masing-masing. Seperti lambang bendera merah putih yang diikatkan di kepala para santri. 

“Lambang bendera merah putih yang diikatkan di kepala para santri menjadi saksi bahwasanya perjuangan untuk mempertahankan persatuan dan kesatuan Indonesia menjadi prioritas utama dalam kehidupan berbangsa dan beragama,”  kata pengasuh Pondok Pesantren Entrepreneur Dar Al-Raudhah Sayyid Muhammad Sulaiman Nur Basyaiban, M.Pd.

Selain itu, kata dia, ini menandakan empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD '45 dan NKRI) harus ditanamkan dan dijalankan dalam kehidupan Santri Dara. Dengan demikian santri tidak akan mudah dipecah-belah dalam upaya mempertahankan kedaulatan bangsa dan agama.

"Kami merasa senang dan bangga menjadi bagian dari pada petugas upacara ini dan juga terpilih menjadi anggota OSIS yang ada. Semoga kami bisa amanah dan barokah,” ujar seorang anggota Paskibra Darra.

--page

Dalam kesempatan itu, para Santri Dara disuguhkan prosesi pelantikan Pengurus OSIS PPE Dara masa bakti 2018-2019. Sebanyak 32 anggota pengurus OSIS dengan lantang dan lancar mengucapkan Janji Suci yang dipimpin langsung oleh pengasuh PPE Dara. (Lia)


*) Penulis adalah jurnalis warga