BORNEONEWS, Palangka Raya - Kapolres Kota Palangka Raya, AKBP Timbul R Siregar mengatakan, pengamanan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih di halaman kantor Wali Kota tahun ini memang digandakan. Hal ini menyusul penggerebekkan terduga teroris baru-baru ini.
Hasil penyelidikan pihak kepolisian, aksi teror bom oleh terduga teroris yang ditangkap tim densus 88 itu, menargetkan lima wilayah sebagai sasarannya, salah satunya adalah Kota Palangka Raya.
"Untuk mengatisipasi hal yang tidak terduga maka Polres Palangka Raya menambah pasukan pengamanan di lapangan guna menjaga keamanan dan kenyamanan pelaksanaan upacara kemerdekaan. Pasukan tersebut yang ditempatkan di beberapa titik, salah satunya di Balai Kota ini pada saat penaikan maupun penurunan bendera," kata AKBP Timbul, Jumat (17/8/2018).
Penambahan pasukan, lanjut AKBP Timbul, sebenarnya sudah dilakukan sejak adanya teror bom yang memakan korban di Surabaya beberapa waktu lalu.
"Namun dengan adanya penangkapan yang dilakukan Densus 88 di Palangka Raya baru-baru ini, maka kita menggandakan jumlah pasukan daripada biasanya," tuturnya.
--page
Dalam penambahan pengamanan, pihak kepolisian juga mendapatkan bantuan dari Polda Kalteng dan dari pihak TNI sebab sudah menjadi kewajiban ketiga elemen ini untuk menjaga keamanan setiap even yang berlangsung.
"Setiap event kita selalu siaga. Terlebih upacara kemerdekaan seperti ini yang dilaksanakan secara nasional, sudah pasti kita melaksanakan pengamanan, demi kenyamanan. Kami juga mengharapkan masyarakat bisa memberikan rasa aman dan nyaman di lingkungannya, apabila mendapati hal yang mencurigakan untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian yang kemudian akan ditindaklanjuti," pesannya.
Rasa amanan dan nyaman, lanjutnya, sebetulnya ditimbulkan dari masyarakat sendiri, dengan cara tidak menebar isu dan segera melaporkan hal yang dikira mencurigakan. (TESTI PRISCILLA/m)
Kapolres Kota Palangka Raya, AKBP Timbul R Siregar.








