BORNEONEWS, Sampit - Kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sudah mulai menyelimuti Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Bahkan kabut asap sendiri sudah mulai terlihat sejak malam hari.
"Saat saya hendak ke pasar sekitar pukul 05.30 WIB, ternyata kabut asap sudah melanda daerah. Dan hal itu sudah cukup mengganggu," ujar Husaini, salah satu warga Sampit, Jumat (17/8/2018).
Kondisi kabut asap tersebut terjadi di seluruh Kota Sampit, terutama yang paling pekat terjadi di wilayah Kecamatan Baamang. Hal itupun membuat masyarakat yang melintas menggunakan kendaraan harus menyalakan lampunya, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Sementara di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang juga mengalami kabut asap. Namun tidak terlalu tebal seperti di Baamang. Karena jarak pandang diperkirakan masih 100 meter.
Kabut asap sendiri tidak hanya terjadi di wilayah daratan, namun juga di perairan daerah ini yakni di Sungai Mentaya. Hal itupun mengganggu transportasi di sungai itu.
"Kalau jarak pandang masih bisalah lebih 100 meter. Namun hal itu juga cukup mengganggu pandangan," kata Husaini.
Adanya kabut asap tersebut tidak hanya mengganggu jarak pandang saja. Namun yang pasti pernapasan masyarakat. Sehingga hal itupun berdampak pada kesehatan warga di Sampit sendiri.
Kabut asap sendiri baru akan mulai menipis setelah terbitnya matahari, yakni sekitar pukul 07.00 WIB. Sedangkan bau asap menyengat sudah tercium saat malam hari sekitar pukul 00.00 WIB. (MUHAMMAD HAMIM/m).








