PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya  Mukarramah angkat bicara soal terciduknya tiga pelajar kedapatan mengkonsumsi sabu. Ketiga siswa ini kedapatan saat BNN melakukan tes urin di sekolah. Menurut Mukarramah, kasus ini harus disikapi dengan bijaksana.

"Kalau kejadiannya seperti ini memang harus diselesaikan secara  bijak. Harus diperhatikan secara ekstra terutama untuk rehabilitasinya," kata Mukarramah, Jumat (17/8/2018).

Bagaimana supaya anak-anak ini bisa sembuh dari ketergantungan obat terlarang menurut Politisi Nasdem ini harus benar-benar diperhatikan semua pihak. Baik itu pihak BNN yang mendapati ketiga anak pengguna ini maupun orang tua dan gurunya di sekolah.

"Karena mereka ini masih punya masa depan yang panjang. Harus direhabilitasi dulu supaya sembuh, diberi bimbingan, ilmu agama. Ini perlu dukungan orang tua dan pihak sekolah juga jangan sampai mengucilkan. Harus kita bimbing anak seperti itu, jangan dikucilkan melainkan dirangkul. Hal-hal seperti ini harus disikapi bijaksana," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa ketiga anak di bawah umur ini diberi sanksi untuk rehabilitasi rawat jalan oleh BNN Kota Palangka Raya. Sementara orang tua dan wali kelas anak-anak ini juga sudah dipanggil. Hasil tes urin menunjukkan ketiganya mengkonsumsi narkoba jenis ampitamin atau narkoba jenis sabu. 

--page

Saat dimintai keterangan oleh BNN pun ketiga pelajar ini mengakui beberapa hari sebelum pemeriksaan urin mereka memang mengonsumsi narkoba jenis sabu tersebut. (TESTI PRISCILLA/m)