BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalteng bekerjasama dengan DAD dan Polda Kalteng menggelar Festival Tari Kebangsaan.
Festival itu digelar dalam rangka memeringati Dirgahayu Republik Indonesia yang ke -73, sekaligus perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang ke - 11.
Ketua panitia pelaksana kegiatan sekaligus Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Kalteng AKBP Hendra Rochmawan, dalam sambutannya mengatakan, latar belakang seni dayak merupakan kesenian asli yang masih terpelihara hingga saat ini.
Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan ini, kesenian suku Dayak seperti ini bisa terus berkembang.
"Suku Dayak khususnya di Provinsi Kalteng, terkenal akan keindahan, etnik dan budayanya, seperti tari Mandau dan tari Giring-Giring, oleh karena itu, melalui kegiatan Festival Tari Kebangsaan ini, harapannya ada ikon baru tari dayak yang muncul dengan sasaran sanggar-sanggar tari di Kota Palangka Raya," ucapnya, Sabtu (18/8/2018).
--page
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran melalui sambutan tertulisnya yang dibacakan Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Fahrizal Futri mengatakan, kegiatan tersebut sangat bersifat positif karena memberikan motivasi melestarikan seni suku Dayak.
"Kita berharap, Festival Tari Kebangsaan ini bisa memberi motivasi kepada seluruh pelaku seni dalam melestarikan budaya suku Dayak di Provinsi Kalteng sehingga kebudayaan Dayak bisa berkembang dan memberikan pengaruh positif tidak hanya untuk para pelaku seni, tetapi bagi seluruh masyarakat Kalteng," ujar Sugianto.
Festival Tari Kebangsaan yang berlangsung di Tugu Sukarno tersebut diikuti 15 sanggar tari dengan melibatkan 157 peserta ini berlangsung selama 1 hari. (GAZALI/B-2)








