BORNEONEWS, Ralangka Raya - Hari demi hari Palangka Raya, walaupun dengan kondisi secara keuangan alami gejolak, tapi semangat untuk membangun kelihatannya tetap ada. Contohnya, rumah sakit yang ada di Palangka Raya makin bertambah, artinya pembangunan terus terjadi.
Hal ini dikatakan Wali Kota Palangka Raya, HM Riban Satia saat saat memberi sambutan dalam peresmian Rumah Sakit Permata Hati, Jalan Beliang Nomor 21, Kota Palangka Raya, Sabtu (18/8/2018). Menurut Riban, kota maju memang harus memiliki fasilitas yang bagus.
"Saya pernah diomeli orang tua pemilik penginapan. Katanya, kenapa saya memberikan terus izin untuk orang membangun hotel berbintang. Akibatnya penginapan bapak itu tidak laku katanya. Saya mau jawab supaya om ini meningkatkan kualitas bangunan dan pelayanan penginapannya kan susah juga. Jadi saya diam saja, nanti juga bosan sendiri saya pikir" kata wali kota dua periode ini.
Menurut Riban, pemerintah sebenarnya juga tidak bisa melarang investor masuk karena masuknya investor adalah tanda kemajuan sudatu daerah.
"Saya pikir kesalahan juga kalau sampai melarang orang berinvestasi. Saya mau suruh om ini tingkatkan penginapannya jadi berbintang, ya susah saja. Jadi saya dengarkan saja om ini mengomeli saya. Sebuah kota itu memang perlu fasilitas, kawasan pemukiman perlu fasilitas. Itu ciri calon kota besar jadi kita harus mengikuti perkembangan," katanya.
--page
Khusus untuk rumah sakit yang baru diresmikan ini Riban mengatakan tidak bisa menjanjikan akan dapat membangun dua jalur badan jalan lantaran sudah salah konsep dari awal.
"Jalan Belian ini hanya bisa satu jalur. Konsepnya dulu jalur memang dua jalur, tapi terlambat pengamanannya. Sebenarnya dulu harusnya bangunan-bangunan ini menghadap pangaringan di belakang itu, tapi karena kiri-kanan pangaringan tidak diamankan pemerintah, jadi terlanjur dibangun masyarakat, padahal bangunan tempat kita berdiri ini harusnya jalur kedua," tutur Riban. (TESTI PRISCILLA/B-5)








