SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Hutan Kalimantan Tengah sangat kaya akan sumber daya alam. Berbagai macam tanaman bernilai ekonomis tinggi tumbuh di hutan tropis ini. Salah satunya buah kapul.

Bagi generasi 2000 ke atas, mungkin banyak yang tidak tahu dengan buah yang satu ini. Padahal harga jualnya cukup mahal. Di sejumlah pasar di Kota Sampit, Kabupaten Kotim, buah kapul dihargai Rp15 ribu per kilogram.

Buah kapul memiliki kulit tebal berwarna khaki, sepintas mirip kentang. Sedangkan isinya putih dan berbulir mirip manggis. Saat ini buah tersebut sangat jarang ditemui dan hanya ada di hutan.

“Kebetulan saat ini lagi musim di daerah Sambi dekat Rantau Pulut, Kabupaten Seruyan. Pohon buah ini adanya di tengah hutan,” ungkap Rahmat, pedagang buah kapul di Sampit, Senin (20/8/2018).

Dalam setahun, pohon kapul hanya berbuah sekali. Keberadaannya mulai langka karena tidak dibudidayakan dan hanya mengandalkan tumbuh alami di hutan. Kelestarian pohon buah inipun mulai terancam.

--page

“Dulu buah ini sangat mudah ditemui, termasuk di Sampit ini. Namun belakangan ini sudah sangat jarang dan hanya berada di hutan yang ada di wilayah pelosok,” kata Rahmat.

Ia menuturkan, awalnya dirinya memesan 1 ton buah kapul. Namun petani atau masyarakat di Sambi hanya mampu mengumpulkan 200 kilogram. Pasalnya buah ini saat dipetik dari pohon harus sudah matang. Buah ini tidak bisa dipetik dalam kondisi mentah lalu diperam. 

“Sebetulnya kalau 1 ton ada, cuma banyak yang belum masak,” ujar Rahmat.

Awalnya, Rahmat ingin menjual buah kapul hingga ke Kota Palangka Raya. Namun karena permintaan dan ketersediaan terbatas, ia pun hanya menjualnya di Kota Sampit.

“Kalau di Palangka Raya harganya bisa sampai Rp20 ribu per kilogram. Namun karena di Sampit banyak peminatnya, jadi saya jual di sini saja,” tuturnya.

--page

Buah kapul ternyata cukup diminati masyarakat. Hal ini terlihat dari banyaknya warga yang membeli buah tersebut. Hanya beberapa jam Rahmat membuka lapak di atas mobil pikapnya di Pasar Sejumput, hampir separuh daganganmua sudah laku terjual. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)