BORNEONEWS, Sampit- Kabut asap tipis mulai menyelimuti Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Kondisi itu sangat berpengaruh terhadap kualitas udara. Udara yang dihirup masyarakat mulai tidak sehat, terutama pada malam hingga pagi hari.
Bahkan, bau menyengat dari asap akibat kebakaran lahan di Kotim sudah tercium di Kota Sampit. Akibatnya gangguan pernapasan mulai dialami sejumlah masyarakat. Selain itu, asap bisa membuat mata pengendara menjadi perih.
"Kalau keluar rumah pada malam hari atau pagi hari, baunya tercium cukup menyengat. Bahkan mata juga perih. Apalagi saat pagi hari akan terlihat kabut," ujar Husaini, warga Kota Sampit, Senin (20/8/2018).
Udara tidak sedap dan kabut asap tipis tidak hanya terjadi saat malam dan pagi hari. Namun juga pada sore hari. Tidak hanya itu, barap api bekas kebakaran lahan juga berterbangan di udara. Hal itulah yang membuat pernapasan semakin terganggu.
"Banyak juga bara api yang berterbangan, dan itulah yang sering membuat mata perih dan napas terganggu," sebut Husaini.
--page
Dalam sepekan terakhir, kabut asap memang sudah terlihat di Sampit. Namun tidak terlalu tebal dan belum mengganggu aktivitas lalu lintas di jalan maupun di Sungai Mentaya.
Namun, jika kebakaran lahan di Kotim terus meluas, bukan tidak mungkin kanut asap tebal akan melanda daerah ini.
Apalagi dalam beberapa hari terakhir, sejumlah titik panas terpantau. Kebakaran lahan juga terus terjadi. Terutama di sekitar Kota Sampit dan wilayah selatan Kotim. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)








