PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Jajaran TNI dan Polri menggelar salat istisqo atau salat minta hujan di halaman Polres Kotawaringin Barat (Kobar), Senin (20/8/2018).

Salat yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu diimami Ustadz Muhammad Irfan. Turut menjadi makmum dalam salat itu Komandan Kodim 1014/Pangkalan Bun Letkol Inf Muhammad Roni Sulaeman dan Wakapolres Kobar Kompol Rohman Yonky Diltha.

Seusai salat, Kapolres Kobar AKBP Arie Sandy Zulkarnain Sirait menyampaikan tujuan digelarnya ibadah tersebut.

"Salat ini sengaja digelar oleh anggota Polres Kobar dan Kodim 1014/Pangkalan Bun untuk meningkatkan keimanan kita. Karena situasi seperti ini yaitu terjadinya karhutla (kebakaran hutan dan lahan). Tuhan sedang menunjukkan kelemahan kita. Maka dengan pelaksanaan salat ini, kita meminta pada Allah untuk menolong kita," ungkap Kapolres.

Menurutnya, salat istisqo merupakan salah satu upaya dari TNI/Polri untuk meminta pada Yang Maha Kuasa agar diturunkan hujan supaya karhutla cepat berlalu.

--page

"Karena tujuan kita bekerja bagi seluruh masyarakat. Kami percaya Allah selalu menolong kita dalam setiap pekerjaan," lanjut Kapolres.

Di tempat yang sama, Letkol Inf Muhammad Roni Sulaeman mengatakan bahwa hingga Minggu (19/8/2018), total lahan yang terbakar sudah memcapai lebih dari 50 hektare.

"Lokasinya terbagi di beberapa wilayah. Namun yang paling parah kondisi karhutla terjadi di Kelurahan Mendawai Seberang," tutur Dandim.

Walau demikian, dari 16 titik karhutla yang telah dilakukan upaya pemadaman, saat ini tinggal satu titik yang masih terbakar yaitu di Kelurahan Mendawai Seberang.

"Upaya kita melakukan pemadaman lahan tersebut dengan mengerahkan alat berat yang ada untuk pembuatan kanal serta pembuatan jalan darat sebagai akses peralatan pemadaman api ke titik karhutla."

--page

Menurut Dandim, parahnya karhutla di kawasan Mendawai Seberang lantaran kondisi lahan gambut yang kering.

"Memang beberapa hari lalu kita berhasil memadamkan api. Namun rupanya masih ada bara api di dalam lapisan gambut. Alhasil api kembali menjalar dan terjadi lagi karhutla," sebut Dandim. (KRIDA/B-3)