BORNEONEWS, Palangka Raya - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang makin marak di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mulai memberikan dampak negatif di Palangka Raya. Bau asap yang diakibatkan dari kebakaran kian menyengat, ini menggugah relawan mulai membagikan masker kepada masyarakat.
Masyarakat di Palangka Raya mengaku mulai merasakan tidak nyaman saat keluar rumah karena menghirup udara bercampur asap, meskipun kabut asapnya tidak separah yang terjadi di Sampit.
"Sudah mulai tidak nyaman saat beraktifitas di luar rumah karena udaranya mulai berbau menyengat akibat asap," ucap Debi, warga Palangka, Senin (20/8/2018).
Upaya pemadaman kebakaran lahan di Kalteng sudah dilakukan secara maksimal, bahkan tidak hanya dilakukan oleh lembaga terkait, kalangan aktivis lingkungan hidup atau lembaga pecinta lingkungan juga turut serta berpartisipasi.
Namun asap dari dampak karhutla masih tetap terasa, oleh karenanya, untuk antisipasi dan membantu meminimalisir dampak dari asap kebakaran, relawan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalteng membagikan-bagikan masker N 95 secara gratis kepada masyarakat pengguna jalan yang melintas di kawasan G Obos, Palangka Raya.
--page
“Pembagian masker N 95 ini untuk mengantisipasi terjadinya penyakit ISPA yang disebabkan asap Karhutla. Kita lihat dan merasakan dalam beberapa hari ini kondisi asap mulai tampak dan kita harus membantu meminimalisir dengan penggunaan masker,” ucap Ketua DPW PKS Kalteng, Heru Hidayat.
Pembagian masker itupun mendapat respon positif dari masyarakat dan berharap kabut asap secepatnya hilang. Setidaknya ada 1000 masker N 95 yang sudah dibagikan kepada masyarakat.
Masker N 95 saat ini sudah mulai sulit untuk dibeli karena apotik kesehatan sudah mulai kehabisan stok persediaan. (GAZALI/B-5)








