BORNEONEWS, Pulang Pisau - Potensi pengembangan padi organik di Kabupaten Pulang Pisau mencapai luas 81.149 hektare lebih.
Hal tersebut disampaikan Pejabat Bupati Pulang Pisau, Sunarti saat menghadiri panen raya padi yang merupakan kegiatan optimasi lahan sawah menuju organik di Desa Blanti Siam, Senin (20/8/2018).
Tahun ini kata Pj bupati, Kabupaten Pulang Pisau dialokasikan kegiatan optimasi lahan sawah menuju organik seluas 17.350 hektare yang tersebar di enam kecamatan, yakni kecamatan Kahayan Kuala, Sebangau Kuala, Maliku, Pandih Batu, Kahayan Hilir dan Jabiren Raya.
Dikatakan, Kabupaten Pulang Pisau merupakan pernghasil padi terbesar kedua di Kalteng setelah Kabupaten Kapuas.
Berdasarkan data statistik, angka tetap produksi padi di Pulang Pisau pada 2017 sebanyak 157.256 ton dengan produktifitas 3,19 ton/hektar dari luas panen 49.228 hektare.
--page
Panen raya yang dilaksanakan hari ini juga terang Pj bupati merupakan wujud dari keseriusan pemerintah dalam melaksanakan program untuk mendukung pembangunan pertanian. (JAMES DONNY/B-6)








