BORNEONEWS, Tamiang Layang - Koordinator Asosiasi Penambang Batu Bara (APB) Kabupaten Bartim, Bidang CSR Usman Mappagandro mengatakan, PT Bangun Nusantara Jaya Makmur (BNJM) suka merekayasa. Setiap tahun ditagih selalu beralasan.
Hal itu diungkapkan karena APB dituding tidak pernah melaporkan secara tertulis atas dana CSR yang dibayarkan oleh PT BNJM. Tidak adanya laporan tertulis itu dipermasalahkan, karena menjadi pertanggungjawaban moral PT BNJM kepada masyarakat.
"Alasan dan rekayasa BNJM saja, APB setiap tahun bikin laporan tahunan dan selalu disampaikan ke Bupati," aku Usman, Senin (20/8/2018).
Menurut Usman, pihak PT BNJM memang tidak ingin membayar dan selama ini juga tidak ada kepedulian untuk membayar iuran. "Seakan tidak pernah peduli. Perusahaan terus beralasan lantaran takut ditagih," tambahnya.
Usman menambahkan, apabila APB masih dinyatakan tidak pernah membuat pertanggungjawaban, semestinya bisa minta langsung ke ketua APB. "Setiap rapat juga mereka tidak pernah minta laporan," tandasnya. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-2)








