SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Tim Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini membangun embun air di 16 titik.

"Rencananya ada 16 titik yang akan dibangun embung air, terutama di titik rawan terjadinya karhutla," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim M Yusup, Selasa (21/8/2018). 

Seridaknya sudah enam titik yang mulai pembuatan tersebut, yakni di Jalan Kaca Pirin, Pelita Barat, dekat Hipermart depan belakang, Jalan Jendral Sudirman, Jalan HM Arsyad, dan Jalan Lingkar Utara. 

Pembuatan embung air tersebut dilakukan agar tim Satgas Karhutla lebih meudah mendapatkan sumber air untuk pemadaman api. Sehingga mereka tidak jauh mengambil kesungai, saat mobil damkar kehabisa air. 

"Ini kami lakukan agar lebih mudah mendapatkan air. Sehingga pemadaman saat terjadi karhutla bisa lebih maksimal," kata Yusup. 

--page

Dia menerangkan saat ini kendala utama yang dihadapi oleh pihaknya adalah sulitnya mendapatkan air di dekat lokasi karhutla. Sehingga pemadaman sering tidak maksimal dilakukan oleh pihaknya.

Selain itu, jauhnya titik kebakaran lahan juga menjadi kendala pihaknya, karena sangat sulit dijangkau.

Sementara, hingga saat ini sudah ratusan hektare lahan di Kotim yang terbakar dan itu paling banyak terjadi di wilayah Sampit dan juga Selatan Kotim. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)