PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun  - Surutnya debit air Sungai Arut, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dalam musim kemarau ini tentunya menjadikan masalah tersendiri bagi Perusahaan Daerah  Air Minum (PDAM) Tirta Arut Pangkalan Bun.

Pasalnya ketinggian rata-rata air sungai yang saat ini hanya mencapai 2,2 meter membuat kesulitan instalasi pengambilan air baku yang berada di pinggir Sungai Arut hanya mampu memgoperasikan satu pipa penyedot air baku saja.

Karena itulah, Selasa (21/8/2018) teknisi PDAM Tirta Arut berupaya memanjangkan lagi pipa penyedot kearah bagian tengah sungai agar air baku bisa disedot oleh dua buah pipa dengan tujuan agar air baku bisa disedot dengan kuantitas normal, sehingga aliran air yang sudah diolah menjadi air bersih kepelanggan juga kembali normal.

Direktur PDAM Tirta Arut Pangkalan Bun, Sapriansyah mengatakan meski kondisi surutnya air sudah berlangsung beberapa waktu, namun pengerjaan penyambungan pipa tersebut baru bisa dilakukan saat ini.

"Karena pipa galvanis medium A dengan ukuran 250 mm tersebut baru hari ini bisa kita dapatkan. Untuk itulah teknisi langsung melakukan pengerjaan penyambungan. Diharapkan malam harinya pipa tersebut sudah bisa menyedot air lagi sebagai sumber air baku," jelasnya.

--page

Dengan beroperasi kembali pipa penyedot air tersebut, maka jumlab air baku yang diambil dari sungai bisa kembali normal.

"Ada dua pipa penyedot air baku di Instalasi ini. Satu pipa bisa menyedot 100 liter air per-detik dan satu pipa yang dipanjangkan ini mampu menyedot 50 liter per detik," sebutnya.

Sehingga, lanjutnya dengan total 150 liter air per-detik yang bisa disedot, diharapkan para pelanggan bisa kembali mendapatkan air secara normal setiap hari.

"Sedangkan waktu pemulihan penyaluran air yang sempat mengalami kekosongan tersebut diseluruh alirah pipa memakan waktu 40 jam. Dengan kondisi kemarau ini, kita sudah melakukan langkah antisipasi agar pelanggan bisa mendapatkan air. Sesuai prediksi dari BMKG yaitu dua bulan kedepan maka langkah yang kita lakukan adalah seperti ini yaitu peyambungan pipa agar bisa kembali menyedot air baku dari sungai," imbuhnya.

Namun menurut Sapriansyah bila musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga bulan Oktober ini ternyata terus berlanjut, maka pihaknya akan kembali memdapat masalah baru.

"Karena air sungai diprediksi berubah menjadi payau hingga asin. Lantaran dari bagian hulu Sungai Arut tidak ada tambahan air baru, maka air lautlah yang akan masuk kedalam sungai. Kita berharap agar kondisin tersebut  tidak terjadi," tandasnya. (YUDA/B-6)