PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Nuryanto, seorang petani buah di Desa Pasir Panjang, Kotawaringin Barat berinovasi menggarap tanamannya dengan sistem tumpang sari. Hasilnya, keuntungan yang diraih bisa dua kali lipat.

Nuryanto berani mencoba sistem tumpang sari untuk pengembangan buah melon dan semangka. Pola ini memang jarang ditemui di Kotawaringin Barat.

"Selama ini yang sering itu tumpang sari cabai dan tomat atau lainnya. Sedangkan melon dan semangka sepertinya belum ada," kata Nuryanto, Selasa (21/8/2018). 

Tumpang sari merupakan suatu bentuk pertanaman campuran (polyculture) berupa pelibatan dua jenis atau lebih tanaman, pada satu areal lahan tanam dalam waktu yang bersamaan.

Dan hasilnya pun menjanjikan. Usaha ini dilakoninya setelah melihat potensi perkembangan buah di Kobar cukup tinggi. Hal itu pun menjadi peluang bisnis yang menjanjikan.

--page

Nuryanto akan terus mencoba dan mengembangkan buah-buahan yang lain dengan sistem tumpang sari itu. (ANDREANSYAH/B-11)