BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur diminta untuk terus menggencarkan larangan membakar lahan. Apalagi, kebakaran lahan di Kotim sejak beberapa waktu terakhir kian marak.
Ketua Komisi III DPRD Kotim, Rimbun, mengatakan, kebakaran lahan sudah memicu munculnya kabut asap. Jika dibiarkan, banyak sektor yang akan dirugikan.
"Kita harus melihat dampak dari kebakaran ini. Tidak hanya mengganggu kesehatan saja," kata Rimbun, Selasa (21/8/2018).
Sektor lain seperti pendidikan, perhubungan, perdagangan juga terancam. Dan pada akhirnya merugikan masyarakat.
Rimbun menilai sejauh ini kesadaran masyarakat cukup tinggi terutama pedalaman. Yang biasanya membuka lahan dengan cara membakar, sudah hampir tidak ada lagi.
--page
Tentunya itu juga harus dilakukan oleh semua masyarakat lainnya. Apalagi, banyak penyebab munculnya api, seperti puntung rokok.
"Musim kemarau ini, puntung rokok dilempar sembarangan saja bisa jadi api besar," tegas Rimbun.(NACO/B-11)








