BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto mengharapkan masyarakat dapat hidup berdampingan dalam membangun kesadaran menjaga lingkungan.
Itu dituturkannya dalam rangka menghadapi musim kemarau yang mengakibatkan kebakaran hutan dan lahan di mana-mana belakangan ini.
"Kita hidup ini tidak sendiri, perlu kesadaran bersama, bahwa pembakaran lahan itu punya dampak yang luas," kata Sigit saat diwawancarai Rabu (22/8/2018).
Menurut Sigit, pembakaran yang mengakibatkan kabut asap tidak hanya akan dirasakan dampaknya oleh diri sendiri tetapi juga antar daerah, antar provinsi, bahkan antar negara karena Kalimantan berbatasan langsung dengan Malaysia.
"Ini tanggung jawab bersama. Sosialisasi dari pemerintah, kepolisian, TNI, atau pihak-pihak lainnya saya rasa sudah optimal. Pemerintah juga sampai mendirikan pos-pos pengawasan dalam rangka pengawasan karhutla ini. Ini lebih pada kesadaran masing-masing, bukan soal sosialisasi lagi," tegas Politisi PDI Perjuangan ini.
--page
Namun menurut Sigit perlu diingat bahwa tanah Palangka Raya ini merupakan tanah gambut. Hal ini menjadikan kebakaran yang terjadi tidak selalu karena ada proses pembakaran melainkan bisa juga ada unsur kelalaian dan ketidaksengajaan.
"Kita ini gambut, tidak selalu itu pembakaran. Bisa saja karena buang puntung rokok lalu kebakaran karena gambutnya sudah kering. Kelalaian juga harus ditindak tetapi bukan berarti dengan menangkap yang lalai ini lalu masalah selesai. Jadi kembali lagi, ini sangat memerlukan kesadaran bersama untuk tidak membakar dan untuk berhati-hati dalam melakukan apapun di tanah gambut," pungkasnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)








