BORNEONEWS, Palangka Raya - Sejak Januari hingga Agustus tahun 2018 ini sudah ada 76 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kota Palangka Raya. Hal ini tertuang dalam data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantang Tengah.
Data BPBD kebakaran terbanyak di Palangka Raya terjadi pada bulan Juli yakni sebanyak 47 kasus sementara bukan Agustus hingga tanggal 19 saja sudah mencapai 23 kasus.
Sementara bulan lainnya seperti bulan Januari, Februari dan Mei ada 1 kekabaran, bulan April tidak ada kebakaran, bulan Maret ada dua kebakaran dan bulan Juni ada 7 kejadian kebakaran.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Henora Koffeno mengatakan bahwa warga Palangka Raya perlu memancing hujan buatan untuk modifikasi cuaca. Melihat suhu kemarau yang saat ini sangat kering, sehingga dapat menyebabkan terjadinya kebakaran pada hutan dan lahan yang bergambut, diperlukan secara dini upaya penyemaian untuk membuat hujan buatan.
"Seperti kebakaran di kawasan Petuk Katimpun Palangka Raya, titik-titik api terlihat menyebar, sehingga petugas pun kesulitan melakukan pemadaman. Kondisi ini akibat struktur area lahan yang sangat kering dan mudah terbakar," kata Koffeno. (TESTI PRISCILLA/B-5)








