BORNOENEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya menempati posisi terbanyak kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sepanjang tahun 2018 ini sejak Januari hingga Agustus.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantang Tengah, sepanjang tahun ini sudah ada 76 kejadian karhutla di Kota Cantik., menyaingi kejadian di Kotawaringin Timur pada posisi kedua yang hanya mengalami 53 kejadian karhutla.
Data itu cukup mencengangkan, sampai Ketua DPRD Kota Palangka Raya angkat bicara. "Karhutla ini jangan selalu kita langsung katakan, wah ada yang melakukan pembakaran, tapi kita ini kan lahan gambut. Kalau betul-betul melakukan pembakaran ya ditindak, tapi kalau tidak ada yang membakar kan bisa saja karena orang membuang puntung rokok atau apa tapi kondisi gambut sedang kering lalu terbakar," kata Sigit, Rabu (22/8/2018).
Justru langkah apa yang harus dilakukan untuk menangani inilah yang harus dipikirkan bersama menurut Sigit.
"Disuruh siaga. Nah sekarang masyarakat kita disuruh siaga tapi alatnya tidak ada, bagaimana. Kalau kita mau, siapkanlah air dan alat untuk pemadaman supaya masyarakat siaga itu tidak sekadar siaga tapi lalu bingung ketika ada kebakaran," kata Sigit.
--page
Meskipun terbanyak kasus kebakaran di Kalteng, menurut Sigit bukan masalah Palangka Raya tidak memiliki hutan atau kebun sawit lalu semua heran mengapa bisa mengalami kejadian kebakaran terbanyak.
"Ini kan terbanyak kasus kebakarannya, bukan soal kita tidak punya hutan, tidak punya perkebunan sawit, tapi seperti saya katakan tadi bisa jadi ini bukan pembakaran tetapi kebakaran yang tidak disengaja," pungkasnya.
Kalau bisa Sigit menyarankan agar Pemko mendesain agar masing-masing kelurahan memiliki hidran untuk setiap beberapa hektar lahannya. Agar ketika ada kebakaran, setidaknya masyarakat sekitar bisa mengamankan lebih dahulu sebelum tim pemadam kebakaran tiba di lokasi.
Menurut data BPBD kebakaran terbanyak di Palangka Raya terjadi pada bulan Juli yakni sebanyak 47 kasus sementara bukan Agustus hingga tanggal 19 saja sudah mencapai 23 kasus. Sementara bulan lainnya kebakaran berkisar antara 0-7 kasus saja. (TESTI PRISCILLA/B-5)








