PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua DPRD Kota Palangka Raya Sigit K Yunianto menyarankan pemerintah kota (Pemko) mempelajari alat pemadam model terbaru.

Hal ini disarankan untuk antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin marak terjadi di Palangka Raya belakangan ini.

"Saran saya untuk pemko, ada alat pemadam model baru yang menempel di badan. Jadi alatnya itu gendong tapi bisa langsung menyemprotkan air," kata Sigit saat diwawancarai, Rau (22/8/2018).

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan bahwa kisaran air yang bisa dibawa pada alat itu berkisar antara 30-60 liter.

"Coba BPBD analisis itu, kalau memang representatif kenapa tidak kita coba juga," sarannya.

--page

Untuk pengadaan awal menurut Sigit bisa diberikan masing-masing 10 alat untuk semua kelurahan yang ada di Palangka Raya.

"Kita ini ada 30 kelurahan, taruh masing-masing 10 saja di awal sudah cukup saya rasa," tambah Sigit.

Sementara itu bicara penindakan, membakar lahan di musim kemarau memang dilarang. Namun tetap masih ada kontradiksi di dalam masyarakat yang memiliki kebiasaan menanam dengan melakukan pembakaran.

"Apakah tidak ada solusi yang lain, dengan diroundap saja misalnya. Itu yang harus disosialisasikan dengan masyarakat," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-5)