BORNEONEWS, Palangka Raya - Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya sejak awal tahun 2018 merupakan yang terbanyak terjadi di Palangka Raya, yakni sebanyak 76 kejadian. Meski demikian, luasan lahan yang terbakar hanya mencapai 219,4 hektare. Data ini borneonews dapatkan dari Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng.
"Artinya hanya kejadiannya yang terbanyak, luasannya tidak terbesar ya. Tapi tetap hal ini harus menjadi perhatian pemerintah kota (Pemko) Palangka Raya," kata Ketua DPRD Kota Palangka Raya, Sigit K Yunianto menanggapi, Rabu (22/8/2018).
Sementara itu, menurut data tersebut kabupaten yang luas kebakarannya terbanyak ialah Kabupaten Kapuas yakni 683,1 Ha, disusul Kotawaringin Timur seluas 663,7 Ha. Sementara kabupaten yang paling sedikit mengalami karhutla ialah Kabupaten Gunung Mas yakni hanya setengah (0,5) hektare.
Sebelumnya, Kepala Bidang Penanggulangan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Henora Koffeno mengatakan bahwa warga Palangka Raya perlu memancing hujan buatan untuk modifikasi cuaca. Melihat suhu kemarau yang saat ini sangat kering, sehingga dapat menyebabkan terjadinya kebakaran pada hutan dan lahan yang bergambut, diperlukan secara dini upaya penyemaian untuk membuat hujan buatan.
"Seperti kebakaran di kawasan Petuk Katimpun Palangka Raya, titik-titik api terlihat menyebar, sehingga petugas pun kesulitan melakukan pemadaman. Kondisi ini akibat struktur area lahan yang sangat kering dan mudah terbakar," kata Koffeno. (TESTI PRISCILLA/B-5)








