BORNEONEWS, Buntok – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Barito Selatan (Barsel) memastikan stok pupuk bersubsidi masih aman.
“Untuk pupuk bersubsidi ditempat kita masih aman dan tidak mengalami kelangkaan,” kata kabid Tanaman Pangan dan Holtikura Arthomi kepada Borneonews, Kamis (23/8/2018).
Kuota pupuk di Barsel jenis urea 100 ton, NPK 100 ton, ZA 48 ton, jenis SP36 42 ton dan organik 135 ton.
Adapun Harga Eceran Terttinggi (HET) untuk pupuk bersubsidi untuk urea Rp 1.800/kg, NPK Rp 2.300/kg, ZA 1.400/kg, SP36 Rp 2.000/kg dan organik Rp 500/kg.
Menurutnya, untuk wilayah Barsel pupuk ini tidak mengalami kelangkaan ataupun penyalahgunaan. Sebab pengecer tidak menjual dengan harga HET subsidi kepada pembeli atau kelompok tani apabila tidak memenuhi syarat.
--page
“Karena syarat utama untuk membeli pupuk bersubsidi harus melampirkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK),” jelasnya.
Namun jika hanya membawa RDKK tetapi tidak diketahui oleh penyuluh dan kepala desa serta nota dari pihaknya maka pengecer tidak akan menjualnya.
Sementara itu satu-satunya pengecer pupuk bersubsidi dikota Buntok, yakni UD Pengusaha Rahmat, Adi mengatakan untuk pupuk bersubsidi ini jarang sekalidi beli mayarakat atau kelompok tani.
“Yang sering dibeli hanya pupuk urea saja. Itu pun dibeli pada saat musim tanam,” ucapnya. (URIUTU DJAPER/B-6)








