BORNEONEWS, Buntok – Menjelang pemilu 2019, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Barito Selatan Nyamei, optimistis masyarakat Bumi Dahani Dahanai Tuntung Tulus bakal miliki KTP elektronik.
“Kita optimistid masyarakat memiliki KTP elektronik dan bisa menggunakan hak pilih pada hari H pemilu 2019 mendatang,” katanya kepada Borneonews, Jumat (24/8/2018).
Berdasarkan data yang dipublikasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Barito Selatan, beberapa waktu lalu, Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk pemilu 2019 sebanyak 92.476 jiwa. Jumlah ini berkurang sebanyak 2.231 jiwa dari DPSHP.
Artinya, lanjut dia, sebanyak 2.231 pemilih telah dikeluarkan dari DPT karena tidak memiliki KTP elektronik. Meski begitu, ia optimistis masyarakat yang telah dikeluarkan dari DPT masih bisa menggunakan hak pilih.
Ia melanjutkan, sesuai target dari pemerintah pusat maupun daerah, perekaman KTP elektronik pada 2018 wajib 100%. Mengingkat pemilu digelar pada 2019.
--page
“Oleh sebab itu, kita berupaya perekaman KTP elektronik pada 2018 ini harus bisa 100%. Jika tidak tercapai kita berusaha keras minimal dapat 95%,” ucapnya.
Nyamei menuturkan, untuk mencapai target tersebut, pihaknya terus melakukan penyisiran serta menjalankan program jemput bola ke desa-desa.
Saat ini, kata dia, masih empat desa yang belum dilakukan perekaman yakni Damparan, Mahajandau, Sungai Jaya, dan Bintang Ara. “Mulai besok kita melakukan jemput bola perekaman ke Desa Damparan selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu,” ujarnya. (URIUTU DJAPER/B-3)








