BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Seksi Konservasi Wilayah (BKSDA SKW) II Pangkalan Bun sadar dengan kasus konflik antara manusia dan satwa. Untuk ini instansi tersebut melakukan pemasangan spanduk di daerah rawan konflik.
Menurut Kepala BKSDA SKW II Pangkalan Bun Agung, tujuan dipasangnya spanduk tersebut untuk mencegah terjadinya konflik antara satwa dan manusia. Sehingga masyarakat bisa sadar bahwa lingkungan desa sering ada satwa liar yang masuk wilayah mereka.
"Kami memasang spanduk di Desa Natai Raya Kecamatan Arut Selatan. Begitu juga dengan desa yang dekat dengan hutan. Itu sering terjadi di datangi orangutan sehingga rawan konflik di sana," kata Agung, Jumat (24/8/2018).
Pemasangan spanduk mengingatkan masyarakat agar selalu melaporkan setiap ada satwa yang masuk ke permukiman. BKSDA meminta masyarakat bertindak anarkistis kepada satwa. (ANDRE/B-5)








