PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Sampit- Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Handoyo J Wibowo mengungkapkan bahwa warga yang belum memiliki KTP elektronik mayoritas berada di perdesaan dan pedalaman.

Hal itu juga dimpaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kotim saat pleno penetapan daftar pemilih tetap (DPT) pemilu 2019, beberapa waktu lalu.

"Kami mendorong agar Pemkab Kotim segera selesaikan persoalan warga yang masih belum memiliki KTP elektronik," kata dia, Sabtu (25/8/2018).

Menurut dia, data kependudukan yang valid dan akurat akan memudahkan para pengambil kebijakan dalam menentukan kebijakan politik dan anggaran. Salah satu sumber data yang biasa digunakan ialah KTP elektronik.

Selain itu, KTP elekronik juga menjadi acuan data untuk daftar pemilih pada pemilu 2019. Mereka yang tidak mengantongi KTP elektronik terancam kehilangan hak suara.

--page

Hal ini yang harus jadi perhatian. Jangan sampai target KPU untuk partisipasi pemilih mencapai 77% tidak tercapai.

"Sebelum itu terjadi, baik warga maupun pemerintah harus saling bersinergi untuk menyelesaikan data soal kependudukan ini. KPU juga kami minta agar selalu berkoordinasi dengan Disdukcapil," ujarnya. (NACO/B-3)