BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Konflik antara masyarakat dengan satwa kerap terjadi. Bahkan dari beberapa kasus, ada yang menyebabkan satwa selalu dibunuh karena dinilai mengancam manusia.
"Konflik antara satwa dan manusia bakal sering terjadi karena hutan semakin menipis," kata Kepala BKSDA SKW II Pangkalan Bun, Agung, Sabtu (25/8/2018)
Terkait itu, BKSDA terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, agar dalam konflik ini satwa tidak selalu disalahkan.
"Justru ulah masyarakat lah yang membuat orangutan masuk permukiman untuk mancari makan. Sebab, persediaan di hutan menipis, ditambah perluasan perkebunan," kata dia.
Dia menambahkan, harus ada sinergi antara masyarakat dengan BKSDA supaya kasus konflik dengan satwa bisa dicegah. (ANDREANSYAH/B-11)








