BORNEONEWS, Palangka Raya - Kota Palangka Raya menempati urutan ke enam luas lahan yang terbakar sejak Januari hingga 23 Agustus 2018. Ada lahan seluas 296,81 hektare yang terbakar.
Data ini diperoleh dari Posko Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kalimantan Tengah yang bermarkas di Jalan Tjilik Riwut Km 2,5 Palangka Raya.
Japalmen, petugas posko yang menempati bagian operasi mengatakan titik paling rawan terjadi karhutla di ibukota Kalimantan Tengah itu yakni di kawasan Kalampangan, Mahir Mahar lingkar luar, Jalan Manduhara, Kereng Bangkirai, Petuk Katimpun dan G Obos.
Dia menyebut dalam proses pemadaman lahan yang terbakar dibutuhkan kerja keras karena ada beberapa kendala yang dihadapi.
"Kendalanya bervariatif. Yang jelas sumber air tidak ada dan jarak cukup jauh sehingga memikul peralatan," katanya, Jumat (24/8/2018).
--page
Pihaknya juga dibantu petugas pemadam kebakaran swakarsa. Untuk saat ini pemadaman baru bisa dilakukan melalui jalur darat.
"Kita ada dua helikopter yang tersisa. Satu ada di Pangkalan Bun dan di Palangka Raya. Namun saat ini masih dalam proses servis. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa digunakan untuk jalur udara," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-6)








