SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pria tanpa identitas yang diduga bunuh diri dengan terjun ke Sungai Mentaya, sempat terlihat ngobrol sendiri di lanting warga, Jalan Baamang I, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotim, Senin (27/8/2018).

"Kayaknya dia itu stress. Dari awal datang langsung ke lanting, dan ngomong sendiri menggunakan bahasa Jawa. Saya tidak mengerti," kata Edy, warga sekitar lokasi kejadian.

Edy kemudian mendatangi pria itu dengan maksud menegurnya, agar tidak berada di lanting tersebut. Apalagi, ada warga yang ketakutan dengan keberadaannya.

Selain terlihat ngobrol sendiri, pria berperawakan kurus itu juga sempat terlihat sempat menulis sesuatu dikertas yang ia bawa. Satu jam berselang, pria itu pun melepas sepatu nya dan terjun ke sungai.

"Dia terjun masih menggunakan pakaian. Sempat beberapa kali muncul ke permukaan. Sebelum hilang, pria itu sempat melambaikan tangan," kata Edy.

--page

Polisi belum temukan identitas

Petugas gabungan dari Sat Polair Polres Kotim, Basarnas dan PMI Kotim menemukan sejumlah barang bukti diduga milik pria yang terjun bebas ke Sungai Mentaya.

"Kami mengamankan barang bukti berupa sepasang sepatu dan satu tas yang berisi pakaian. Namun di dalam tas itu ditemukan identitas atau tanda pengenal," kata Kasat Polair Polres Kotim Iptu Jaka Waluya mewakili Kapolres AKBP Mohammad Rommel.

Jaka melanjutkan, petugas masih melakukan pencarian terhadap jasad pria tanpa identitas itu. Aparat menyisir pinggiran sungai . Selain itu, mobil ambulans PMI Kotim juga disiagakan di TKP.  (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-11)