SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit- Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Syahbana, mengimbau warganet supaya berhenti saling hujat di media sosial.

Terutama dalam hal perbedaan dukungan politik di konstelasi pemilihan presiden 2019 mendatang. Ia menyebut, aksi saling hujat di media sosiak hanya akan menimbulkan perpecahan dan merusak tali perasudaraan.

Menurut dia, kedewasaan sikap politik seseorang dalam negara demokrasi bisa dilihat dari caranya menghargai pilihan orang lain. Salah satunya dengan memiliki sikap yang terbuka, jangan sampai berbeda pandangan politik dianggap bukan dari bagian kelompok masyarakat dan harus disingkirkan.

Untuk itu, ia berharap semua pihak sama-sama menahan diri untuk  tidak lagi saling menghujat. Perbedaaan dukungan merupakan hal biasa. Tidak perlu dibuat jadi tembok pemisah, apalagi sampai memutus tali persaudaraan.

"Jangan sampai perpecahan itu terjadi bagi kita di Kotim ini. Apalagi karena tidak dewasanya kita dalam menghargai pilihan orang lain. Jangan sampai demikian,” pesan dia, Selasa (28/8/2018).

--page

Ia melanjutkan, aksi saling hujat sudah tidak sesuai dengan marwah demokrasi yang menghargai pendapat dalam perbedaaan. Karena itu, jiwa  dan kedewasaan politiknya harus dipertanyakan.

"Kami mengajak agar semuanya bisa berpolitik secara cerdas dan santun. Tidak sampai meninggalkan adab sebagai orang timur," tukasnya.

Menurutnya, jika memang ingin mengampanyekan calon tertentu hendaknya sesuai dengan koridor masing-masing. Sebab segala sesuatu sudah diatur melalui peraturan. (NACO/B-3)