BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Rendahnya hasil panen menyebabkan produksi minyak sawit Malaysia diperkirakan turun menjadi 19,80 ton pada 2018 jika dibandingkan dengan produksi selama 2017 yang mencapai 19,92 ton.
"Tren hasil panen terus turun. Tahun lalu pemulihan produksi cukup kuat dan juga pada empat hingga lima bulan pertama tahun ini, tapi itu sifatnya sementara. Pemulihan produksi tidak berlanjut sekarang," kata Direktur Eksekutif Oil World, Thomas Mielke, seperti dikutip New Straits Times.
Mielke sebelum memprediksi produksi tahunan minyak sawit Malaysia akan naik menjadi 20,2 juta ton, seraya menambahkan bahwa hasil panen diperkirakan turun menjadi 3,87 ton per hektare pada 2018 dari 3,94 per hektare pada 2017.
Namun demikian, menurut dia, produksi minyak sawit Malaysia diperkirakan naik menjadi 20,4 juta ton pada 2019, karena tingginya stok dan kondisi bahwa Malaysia tak terlalu parah dihantam El Nino pada 2018.
Secara global, Mielke mengatakan produksi minyak sawit diestimasi meningkat menjadi 70,22 juta ton pada 2018 dari 67,94 juta ton pada 2017, dan terus meningkat menjadi 72,69 juta ton pada 2019.
--page
Di sisi lain, Mielke mengatakan harga minyak sawit diperkirakan naik tipis ke level RM2.500 per ton dalam enam bulan ke depan.
Ia menyebutkan pelemahan harga CPO saat ini lebih karena lebih rendahnya impor global yang di bawah perkiraan.
"Harga minyak sawit turun lebih dalam dan mendekati level terendah 10 tahun belakangan ini. Hal ini sebagian karena merosotnya impor dunia sebesar 0,6 juta ton dari setahun sebelumnya pada April hingga July 2018. (NEDELYA RAMADHANI/m)








