SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur Supian, Hadi dan Sekretaris Daerah (Sekda) Halikinnor diminta oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk memaparkan kondisi abrasi Pantai Ujung Pandaran, Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit di Jakarta.

Hal tersebut dilakukan agar dapat menjadi bahan pertimbangan bagi kementerian guna memberikan bantuan penanganan terhadap abrasi Pantai Ujung Pandaran tersebut.

"Saat ini bupati sedang di Jakarta untuk memaparkan kondisi abrasi di Pantai Ujung Pandaran, mudah-mudahan abrasi di pantai tersebut bisa secepatnya ditanggulangi," ujar Wakil Bupati Kotim Taufiq Mukri, Rabu (29/8/2018).

Penanganan terhadap abrasi di daerah tersebut memang harus serius dilakukan. Agar objel wisata pantai tersebut tidak hilang akibat abrasi.

Sehingga pemerintah pusatpun sangat serius untuk membantu penanganan. Terutama dalam pembuatan sabuk pantai atau pemecah ombak dapat terbangun.

--page

"Paparan itu sangat penting dilakukan, agar menjadi bahan pertimbangan bagi pihak kementrian, sebelum datang untuk melakukan survei," kata Taufiq.

Dirinya sangat meyakini ada penanganan yang ekstra terhadap abrasi di pantai tersebut. Apalagi saat ini kondisinya sudah cukup memprihatinkan.

Akibat abrasi, pantai yang tersisa cukup sedikit, yakni sekitar 20 meter saja. Bahkan sebagian lebarnya hanya sekitar 10 meter saja.

Pantai Ujung Pandaran sendiri merupakan salah satu objek wisata unggulan di daerah ini. Hampir setiap minggunya dan juga ada even besar. Pantai tersebut ramai dikunjungi wisata. Karena pasirnya putih dan sangat pas untuk berlibur.

Namun jika tidak ada penanganan serius terhadap abrasi yang melanda pantai itu, maka bukan tidak mungkin akan tergerus dan hilang oleh abrasi itu. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)