PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Bank Indonesia (BI) menggelar High Level Meeting terbatas membahas strategi bagaimana agar bisa menjaga keseimbangan harga daging ayam ras.

Rapat yang dilaksanakan di ruang rapat Bank Indonesia ini dihadiri pejabat-pejabat tinggi, salah satunya Wakil Gubernur Kalteng, Kepala Bulog Kalteng dan pejabat berwenang lainnya.

"Inflasi di Kalteng ini masih berpusat pada akibat dari harga ayam ras, cabe, bawang merah, dan angkutan udara. Walau begitu, secara umum inflasi kita relatif bagus. Bulan Juli lalu inflasi kita di angka 3,13 persen dan itu jauh di bawah inflasi nasional. Tapi kita tetap harus menjaga. Makanya hari ini kita laksanakan rapat terbatas khusus membahas cara menyiasati harga ayam ras," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kalteng, Wuryanto, Rabu (29/8/2018).

Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menurut Wuryanto sepakat untuk mengawal harga ayam ras dengan cara menjaga suplai melalui kerja sama bersama bulog supermarket (hypermart).

"Daging ayam ras kita ini 60 persen masih didatangkan dari luar Kalteng," tambahnya.

--page

Bulog, lanjut Wuryanto, dinilai dapat mengawal dengan baik komoditas nasional dalam hal daging sapi dan kerbau sehingga harganya stabil.

"Maka kita harapkan agar Bulog juga dapat mengelola daging ayam ras dalam bentuk daging beku," tutup Wuryanto. (TESTI PRISCILLA/B-5)