BORNEONEWS, Sampit - Meski akhir-akhir ini Kabupaten Kotawaringin Timir (Kotim) telah diguyur hujan, namun aparat kepolisian terus bersiaga dalam menanggulangi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Seperti yang dilakukan anggota Polsek Parenggean. Jajaran Polres Kotim itu kembali melakukan kegiatan sosialisasi kepada warga yang berada di wilayah hukumnya untuk bersama mencegah terjadinya karhutla.
Kegiatan itu langsung dipimpin Kapolsek Parenggean AKP Donny Bayuanggoro. Kapolsek terampil menyampaikan kepada warga tentang imbauan serta larangan untuk membakar hutan dan lahan.
"Kami berharap seluruh lapisan asyarakat yang ada di Kabupaten Kotim, khususnya di Kecamatan Parenggean agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Karena dapat menimbulkan dampak yang cukup membahayakan bagi orang banyak. Membakar lahan pada saat musim kering ini kemungkinan besar dapat menimbulkan karhutla. Selain itu, jika peraturan ini dilanggar, maka pelaku nya akan dikenakan hukuman sesuai peraturan yang berlaku," kata kapolsek kepada warga, Rabu (29/8/2018).
Setelah melakukan sosialisasi, kapolsek yang didampingi empat orang personilnya itu langsung melakukan patroli disejumlah titik yang dinilai berpotensi terjadinya kebakaran dengan menggunakan kendaraan roda empat jenis mobil. Sejauh ini tidak terlihat adanya titik api saat melakukan patroli.
--page
"Saya beritahukan juga kepada masyarakat, apabila melihat ada oknum yang melakukan pembakaran hutan dan lahan untuk segera melapor kepada aparat. Begitu pula jika melihat adanya titik api. Agar kami dapat segera menindaklanjuti dan dilakukan pemadaman," imbaunya.
Antusias warga sangat terlihat ketika Kapolsek memberikan sosialisasi. Ada pula warga yang turut serta ikut memantau titik api.
Di akhir kegiatan, kapolsek membagian sejumlah stiker tentang pencegahan karhutla. Kegiatan berlangsung aman, tertib dan lancar hingga selesai. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-6)








