SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Piala bergilir juara umun parade nusantara yang berhasil diraih tim tari asal Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diwakili Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diarak keliling Kota Sampit, Rabu (29/8/2018). 

Tim tari membawa piala bergilir menggunakan kendaraan bak terbuka, dihiasi bendera merah putih dan juga spanduk bertuliskan "Piala bergilir juara umum parade tari nusantara 2018."

Tidak ada penggiringnya pada arak-arakan tersebut. Karena hanya sebuah mobil itu saja, dan sejumlah suara dari tim tari yang terdiri dari delapan orang. Mereka meramaikannya dengan alat musik rabana.

Arak-arakan dimulai dari Stadion 29 November Sampit. Mengitari sejumlah jalan dalam kota sperti Jalan Tjilik Riwut, A Yani, dan juga HM Arsyad. Setelah itu, tim langsung membawanya ke Kantor Pemerintah Daerah (Pemda). 

Tidak ada sambutan yang meriah di kantor tersebut. Walaupun apa yang dibawa oleh tim tari ini merupakan sesuatu hal yang sangat membanggakan. Karena ajang parade tari nusantara yang mereka menangi merupakan event skala nasional dan diikuti dari provinsi besar yang ada di Indonesia. 

--page

Dalam kunjungan mereka ke Pemda, tim terima alakadarnya oleh Wakil Bupati Kotim Taufiq Mukri dan Kabag Kesra Setda Kotim Jumberi, tanpa ada sambutan yang meriah. 

Namun hal tersebut sudah cukup memberikan kebahagian bagi tim tari tersebut. Bahkan sekedar berfoto bersama dua pejabat daerah itu saja sudah menjadi obat kegembiraan mereka. 

"Iya tadi kami disambut oleh Wakil Bupati Pak Taufiq Mukri. Beliau juga minta maaf atas kekurangan dalam penyambutan tersebut," ujar Ketua Rombongan Tim Tari Kalteng asal Kotim Dody Eka, dengan raut wajah ceria. 

Taufik juga sangat berterimakasih dan bangga dengan pretasi yang didapat oleh tim tari tersebut. Dirinya meminta agar mereka tidak berhenti sampai disini, namun terus berkarya untuk meraih prestasi lainnya di sejumlah ivent besar lainnya. 

Dody menerangkan, parade tari nusantara sendiri digelar di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta. Mereka mengikuti ivent tersebut untuk mewakili Kalteng. 

--page

Dalam parade tari sendiri, mereka berhasil meraih juara umum. Dengan menjuarai tujuh kategori yakni penyaji wilayah, penata tari unggulan, penata tari terbaik, penata musik unggulan, penata rias busana unggulan, penata rias busana terbaik, 13 penyaji unggulan dan juara yel-yel. 

Bahkan dalam kesempatan tersebut, tarian tradisional hyang dadas yang dibawakan oleh mereka mengundang kagum bagi penonton. Mereka tidak hentinya memberikan tepuk tangan kepada tim tari dari Kotim berkat penampilan tersebut. 

"Sempat tidak percaya kami bisa meraih ini, bahkan tarian hyang dadas yang merupakan tarian khas Suku Dayak Maanyan, di Daerah Aliran Sungai Barito bisa membuat kagum para penonton," terang Dody. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)