BORNEONEWS, Sampit - Tidak responnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) atas prestasi yang ditorehkan putra daerah Kabupaten Kotim yang berhasil merebut piala bergilir juara umum Parade Tari Nusantara nampaknya itu tidak pada kalangan legislatif di DPRD Kotim.
Mendengar tim tari berhasil menorehkan prestasi, dalam waktu dekat Komisi III DPRD Kotim akan memanggil mereka agar memenuhi undangan DPRD untuk bertatap muka secara langsung.
"Kami sangat bangga dan apresiasi sekali dengan torehan prestasi seni itu. Dalam waktu dekat kami akan mengundang mereka untuk datang ke DPRD," kata anggota Komisi III DPRD Kotim, Dadang H Syamsu, Kamis (30/8/2018).
Komisi yang membidangi masalah tersebut menurut dia ingin mendengarkan secara langsung apa yang jadi keluhan dan keinginan mereka agar kesenian daerah bisa berkembang di daerah ini.
"Kalau tidak salah mereka ini yang mengajukan proposal ke Pemerintah Daerah beberapa waktu lalu namun tidak disetujui dan sempat datang ke DPRD. Kalau tidak salah, jika benar mereka ini orangnya tentu sangat kita sayangkan," ucapnya.
--page
Menurut Dadang, prestasi semacam ini sangat sulit diraih karena bertarap nasional. Bahkan yang sangat membanggakan yang menjuarai putra putri terbaik dari Kabupaten Kotim.
"Ke depan kami ingin mereka ini bisa berkembang dan harus dapat dukungan penuh. Agar kesenian kita bisa terus berkembang," kata pria yang juga membina kesenian Hadrah di Kabupaten Kotim ini.
Bagi Dadang, pelaku seni adalah aset yang luar biasa ditengah kondisi seperti sekarang ini.
"Mereka orang muda yang punya kepedulian seni yang tinggi. Di saat pemuda banyak dirusak oleh narkoba, kehilangan jati dirinya dan sebagainya justru mereka menorehkan prestasi," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Rombongan Tim Tari Kalteng Dody Eka mengatakan, ada kisah sedih di balik keberhasilan timnya. Selain tempat latihan yang berpindah-pindah, juga soal keuangan yang sangat mini. bahkan ketika mereka harus bertolak ke Jakarta pun harus berangkat dari uang patungan. (NACO/B-5)








