BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kepala Puskesmas (Kapus) dari 18 puskesmas se Kotawaringin Barat mendatangi Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kobar Dwi Ratna Soeryandari, Kamis (30/8/2018).’
Kedatangan ini demi memastikan hasil pertemuan antara tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Puskesmas di Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) dan Pemkab Kobar terkait pembayaran Tunjangan Perbaikan Penghasilan (TPP) benar-benar dilaksanakan.
Seorang perwakilan tenaga kesehatan yaitu Kapus Madurejo dr F.X Mahadi usai pertemuan menjelaskan hasil pertemuan pihaknya dengan Kadinkes Kobar
"Tadi Ibu Kadinkes mengatakan bahwa proses pencairan TPP masih dalam proses. Namun peraturan bupatinya sudah ditandatangani Ibu Bupati. Kemungkinan minggu depan, TPP yang merupakan hak kami bisa dicairkan melalui tranfer rekening dari Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Saerah (DPKAD) Kobar," jelas Mahadi.
Sehingga, lanjutnya, tujuan kedatangan pihaknya ke Kantor Dinkes Kobar sebagai upaya memastikan agar TPP tersebut benar-benar diproses.
--page
"Karena hal ini sesuai hasil pertemuan antara kami dengan Penjabat (Pj) Sekda Kobar Suyanto. Walaupun kecewa kami sudah merelakan TPP dari bulan Januari hingga Juli 2018 dianggap hangus. Sehingga, kami harus memastikan agar TPP Juli hingga Desember 2018 benar-benar dibayarkan," jelas Mahadi.
Bahkan, lanjut Mahadi, aebagai bentuk kekecewaan dan berdukanya para tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas, lantaran hangusnya TPP selama enam bulan, maka seluruh nakes yang bertugas di puskesmas tidak hadir dalam satu acara yabg digelar Dinkes Kobar pada 28 Agustus 2018.
"Kegiatan tersebut yaitu workshop tentang Penyakit Tidak Menular (PTM) yag dilaksanakan di Hotel Andika. Sebagai bentuk solidaritas dan berduka, seluruh peserta yang berasal dari 18 puskesmas di Kabupaten Kobar tidak hadir dalam acara tersebut," jelas Mahadi. (YD/m)








