BORNEONEWS, Sampit - Kesadaran masyarakat di Sampit Kotawaringin Timur (Kotim) dalam berlalu lintas saat ada mobil pemadam kebakaran (damkar) membunyikan sirine untuk meminta jalur jalan masih minim.
Menurut Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kotim Rihel, rendahnya kesadaran masyarakat dalam berlalulintas tersebut menjadi salah satu penghambat mobil Damkar saat berupaya melakukan pemadaman kebakaran di lokasi yang terbakar.
Untuk itu Rihel mengharapkan para pengendara pengguna jalan raya agar menepi atau memberikan jalan saat mobil damkar beroperasi dan melintas di jalanan yang sama.
Dirinya juga meminta, kesadaran masyarakat mendukung pergerakan Damkar dalam menjalankan tugasnya sebagai pemadam kebakaran. Karena pada umumnya ada kebakaran, masyarakat pengguna jalan enggan menepi memberikan jalan kepada Damkar, padahal situasi kebakaran sudah dalam keadaan darurat.
"Di samping itu kami selalu membunyikan sirine agar masyarakat tahu bahwa itu berarti dalam keadaan emergency di mana ada suatu kebakaran dan kendaraan damkar bergerak laju guna mempercepat pemadaman api, juga guna mencegah kerugian dari kebakaran itu bertambah banyak," ucap Rihel, Kamis (30/8/2018).
--page
Imbauannya, pada saat masyarakat yang ikut menyaksikan kejadian kebakaran tersebut diharap jangan memarkirkan kendaraannya sembarangan, karena itu menggangu proses akses pemadaman yang sedang berlangsung.
Harapnya masyarakat lebih merespon dengan aksi Damkar yang lewat terutana ketika sirine dibunyikan, dan jangan seolah-olah merasa kebakaran yang terjadi itu hanya milik orang lain.
"Tetapi cobalah untuk mengerti, bagaimana jika kebakaran itu terjadi kepada lingkungan diri sendiri." (EKA YUSSRONA/B-5)








