SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dirjen Perikanan dan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan Slamet Soebjakto menyatakan terima kasih kepada masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), terutama warga Desa Bapeang, yang sudah bisa memproduksi ikan patin 40 ton, karena ini membantu produksi ikan di Indonesia.

"Terima kasih dengan warga Kotim dan tentunya pemerintah daerah. Karena sudah membantu program KKP atas peningkatan produksi ikan. Sehingga ini adalah sesuatu hal yang cukup membanggakan," ujar Slamet, saat menyampaikan sambutan pada saat panen ikan patin di Desa Bapeang, Kamis (30/8/2018). 

Apalagi saat ini kebutuhan produksi ikan sangat meningkat di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, budidaya ikan harus terus diperbanyak untuk memenuhi kebutuhan tersebut. 

Pantauan Slamet, di Kotim sudah banyak sentral perikanan. Bahkan menyebar di sejumlah daerah. Sehingga hal ini adalah bentuk dan tujuan program KKP sudah diterapkan di daerah ini. 

"Hal ini patut dikembangkan terus menerus, sehingga Kotim ini nantinya bisa terus memperbanyak produksi perikanannya," kata Slamet. 

--page

Pada 2017 lalu, produksi ikan di Kotim sendiri mencapai 5.500 ton. Yang terdiri dari berbagai jenis, mulai dari ikan tangkap laut maupun budidaya.

Ikan budidaya meliputi jelawat, patin, nila, udang, lele, dan beberapa jenis lainnya. 

Sedangkan ikan tangkap banyak dihasilkan oleh warga pesisir Kotim yang berada diwilayah selatan. Yang terdiri dari nelayan di Desa Sei Ijum Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, dan juga Desa Ujung Pandaran Kecamatan Teluk Sampit. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)