SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Petani budidaya ikan patin di Desa Bapeang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengungkapkan banyak ikan yang mati menjelang masa panen. 

Dan hingga saat ini belum diketahui penyebabnya. Sebab, petani ikan belum memiliki pengetahuan yang mumpuni untuk mendeteksi peristiwa tersebut. 

"Setiap jelang panen, banyak ikan di tambak kami yang mati. Itu terjadi sudah beberapa tahun terakhir. Penyebabnya pun sama sekali tidak kami ketahui," kata Masdar, perwakilan Kelompok Budidaya Ikan Maju Bersama, Kamis (30/8/2018). 

Banyaknya ikan yang mati menyebabkan produksi tambak berkurang. Sehingga berpengaruh terhadap pendapatan mereka. 

"Kami sangat membutuhkan bimbingan dari tenaga penyuluh atau pelatihan dari pihak terkait, agar permasalahan itu bisa diatasi," kata Masdar. 

--page

Menanggapi hal tersebut, Dirjen Perikanan dan Budidaya Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto menjelaskan, faktor penyebab bisa saja air yang jarang diganti. Sehingga air yang sudah lama bercampur bakteri. 

"Solusianya, air atau pakan ikan harus dicampur dengan obat probiotik," jelas Slamet. 

Selain untuk menangkal kematian ikan, air keramba yang sudah dicampur obat tersebut juga bisa menjadi pupuk untuk disiramkan ke tanaman. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)